Apa itu Skoliosis? Cek Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganannya!

Skoliosis adalah kondisi abnormal tulang belakang seseorang yang membentuk huruf S atau C. Penderita yang mengalami kondisi ini dapat merasakanmenyebabkan sakit pada punggungnya bila semakin parah. Karena itu perlu dilakukan Cara penanganan skoliosis sesegera mungkinpun baik dengan menggunakanmemerlukan terapi khusus atau bahkan dengan menggunakan jalur operasi.

Ada beberapa hal yang perlu untuk diketahui tentang kondisi kelainan pada tulang belakang ini. Simak gejala skoliosis, penyebabnya, dan bagaimana prosedur pengobatan yang bisa untuk dilakukan untuk penyakit ini.

Gejala Skoliosis

Mendeteksi sedini mungkin gejala skoliosis perlu untuk dilakukan agar dapat memilih cara menangani skoliosis dengan tepat. Usia anak-anak dan remaja adalah usia yang rawan untuk mengalami kelainan ini, karena dalam rentang usia tersebut anak-anak dan remaja masih mengalami pertumbuhan tulang.

Ada beberapa gejala atau tanda-tanda yang dapat menjadi kemungkinan terjadinya sebagai skoliosis. Tanda-tanda yang paling umum adalah pinggul dan bahu tidak berada pada tinggi yang sama atau tinggi sebelah.

Selain itu, penderita skoliosis juga akan merasakan tulang yang menonjol sebelah pada saat duduk. Hal ini karena skoliosis mengakibatkan kelainan tulang menjadi bentuk S atau bentuk C. Selain itu, Kkaki penderita juga bisa sajaakan terlihat lebih pendek satu sama lain.

Ada pula rasa pegal yang penderita rasakan di punggung belakang dan juga pinggang karena kelainan tulang belakang ini. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah sesak napas, susah buang air besar, atau sakit kepala.

Penyebab Skoliosis

Sebagian besar penyebab skoliosis masih tidak bisa ditemukan (idiopatik). Namun, ada beberapa penyebab skoliosis yang memicu kelainan tulang belakang. Antara lain,Penyebab skoliosis bisa karena riwayat genetik penderita yang memiliki skoliosis, skoliosis karena penyakit syaraf dan otot, atau bawaan sejak dalam kandungan (skoliosis kongenital).

Kelainan tulang belakang ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan dengan rentang usia sekitar 10 – 15 tahun.

Cara Mengobati Skoliosis

Cara mengobati skoliosis yang adalah dengan mengunjungi dokter spesialis tulang yang sesuai sebelum melakukan terapi atau pengobatan. Penderita dapat mengunjungi dokter spesialis tulang dan ortopedi dan memilih cara mengobati skoliosis yang tepat. Selanjutnya, penderita perlu melakukan pemeriksaan dan observasi untuk menentukan tingkat kemiringan tulang.

Apabila kemiringan tulang masih dalam tingkat ringan, penderita dapat melakukan terapi tanpa operasi atau non-bedah. Penderita dapat menggunakan brace atau alat bantu penyangga tulang belakang agar tidak menambah derajat kemiringan tulang belakang.

Apabila tingkat skoliosis sudah mencapai tahap berat, penderita bisa melakukan operasi tulang belakang untuk membantu mengatasi kelainan ini. Beberapa kombinasi operasi dapat dilakukan dengan membentuk tulang, mengangkat tulang yang melengkung, atau mengangkat cakram tulang agar mengurangi tekanan pada saraf.

 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *