Uncategorized

Banyak Kader Muda Maju Jadi Pemimpin Daerah Bapilu Golkar

Partai Golkar mengusung sejumlah anak muda dalam perhelatan Pilkada 2020. Di antara mereka berhasil terpilih sebagai suara terbanyak. “Ini menjadi bukti jika Golkar memberikan kepercayaan besar dan kesempatan seluas luasnya kepada kader muda untuk maju menjadi pemimpin daerah,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Maman Abdurahman, Kamis (17/12). Menurut Maman, di Pilkada 2020 ini Partai Beringin mengusung banyak anak muda di sejumlah daerah pemilihan.

Bukti Partai Golkar tempat anak muda meraih sukses. Bahkan di beberapa daerah, kader atau tokoh muda yang diusung Golkar sukses memenangi Pilkada 2020. Misalnya pasangan Adnan Purichta Ichsan (34 tahun) dan Abdul Rauf Malaganni (Adnan Kio) yang menang hingga 92 persen melawan kotak kosong di Pilkada Gowa 2020. Golkar juga mengusung kader muda Dico Ganinduto (30 tahun). Pasangan Dico dan Windu Suko Basuki maju di Pilkada Kab. Kendal. Paslon nomor urut 1 ini mendapat 49,2 persen atau 279.575 suara.

Dico baru berusia 30 tahun sejak 19 Februari lalu, merupakan salah satu calon bupati termuda. Ia bahkan lebih muda dari calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang berusia 33 tahun. Selain itu ada pula Arif Sugiyanto calon bupati dari Golkar yang berusia 43 tahun juga memenangi Pilkada di Kebumen.

Arif yang berpasangan dengan Ristawati Purwaningsih menang sebagai calon tunggal di Kebumen. Ada pula pasangan Franc Bernhard Tumanggor Mutsyuhito Solin, yang berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Franc Tumanggor adalah kader Golkar yang baru berusia 35 tahun dan memenangi suara hingga 58,6 persen.

Munculnya kader kader muda sebagai pemimpin kepala daerah di Golkar merupakan sebuah terobosan besar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. "Kepemimpinan Pak Airlangga memberi peluang dan kepercayaan kepada kader kader muda Partai Golkar," ujar Maman. Ia menambahkan Airlangga merupakan sosok pemimpin partai yang berani mengambil resiko.

Namun dengan perhitungan politik yang tepat atau "scientific politics", sehingga hasilnya optimal seperti yang sudah dikalkulasikannya. Menurut Asep Warlan Yusuf, guru besar Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Golkar adalah partai yang tidak pernah kehabisan kader karena sistem regenerasi dan kaderisasinya baik. “Kemenangan kader muda Golkar itu menunjukkan kaderisasi yang digalang Airlangga Hartarto berjalan baik di pusat dan daerah,” kata Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top