Cara Menentukan Ahli Waris untuk Polis Asuransi

Banyaknya jenis asuransi, mulai dari asuransi warisan, asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, hingga asuransi travel memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memilih salah satunya demi melindungi diri dari kerugian finansial yang akan muncul di kemudian hari. Asuransi ini pun bisa dipergunakan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, bagi seorang kepala keluarga, maka melindungi diri dengan asuransi jiwa merupakan opsi terbaik agar keluarga yang ditinggalkan kelak tidak akan kesusahan secara finansial.

Dalam asuransi jiwa berbentuk warisan, terdapat pula yang namanya penentuan ahli waris. Saat mengisi polis, ada kolom ahli waris yang bisa diisi oleh nasabah. Hal ini sangatlah penting, karena menyangkut pada keberlangsungan finansial keluarga yang ditinggalkan, terlebih jika pihak yang mengalami musibah adalah tulang punggung keluarga.

Lantas, bagaimana ya cara menentukan ahli waris untuk asuransi?

Cara Menentukan Ahli Waris untuk Asuransi

Meski penentuan ahli waris cukup mudah, tidak sedikit orang yang bingung dalam menentukannya. Oleh karena itu, pada artikel ini kami akan membantu Anda untuk menentukan ahli waris. Jika merujuk pada KUH Perdata dalam pasal 832, penentuan ahli waris dibagi menjadi empat golongan situs berdasarkan situs konsultasi hukum Legal Smart Channel, seperti berikut ini:

1. Golongan I: Suami/Istri dan Anak-anak

Pada golongan I yang berhak menjadi pewaris adalah keluarga dengan garis keluarga lurus ke bawah, seperti suami, istri, dan anak-anak yang ditinggalkan.

2. Golongan II: Ayah, Ibu, dan Saudara Kandung

Ahli waris di golongan II adalah keluarga dengan garis keluarga lurus ke atas, seperti saudara kandung beserta keturunannya dan orang tua.

3. Golongan III: Keluarga di atas Ayah dan Ibu

Ahli waris golongan III biasanya mereka yang garis keluarganya berada di atas orang tua, seperti kakek dan nenek.

4. Golongan IV: Saudara Lainnya

Pewaris di golongan IV biasanya orang-orang dengan garis keluarga ke samping, seperti paman, bibi, dan keluarga lainnya hingga derajat keenam.

Berdasarkan KUH Perdata, sudah jelas bagaimana cara menentukan ahli waris untuk asuransi Anda. Jika Anda belum memiliki suami ataupun istri tentunya ahli waris harus berasal dari keluarga, seperti ayah atau ibu dan saudara kandung.

Apakah Penentuan Ahli Waris Harus Mengikuti KUH Perdata?

Mungkin hal yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, haruskah menentukan ahli waris dengan mengikuti KUH Perdata?

Beberapa asuransi juga memberikan Anda kewenangan untuk menuliskan nama-nama siapapun yang ingin Anda jadikan ahli waris selama masih ada hubungan keluarga.

Namun, sebaiknya Anda menyesuaikan ahli waris untuk asuransi dengan KUH Perdata untuk menghindari berbagai konflik yang bisa terjadi. Khususnya ketika Anda meninggal dunia dan ingin mewariskan asuransi tersebut kepada orang yang Anda inginkan.

Bagaimana jika tidak punya keluarga ataupun saudara? Anda bisa mewariskan asuransi kepada instansi maupun lembaga tertentu yang Anda inginkan sebagai amal.

Sudah Tahu Cara Menentukan Ahli Waris?

Sekarang Anda sudah tahu cara menentukan ahli waris. Anda pun tidak perlu lagi kebingungan saat mengisi kolom ahli waris pada form pendaftaran asuransi untuk melindungi diri dan keluarga Anda.

 

About admin

Check Also

PENGUSAHA PEMULA DI BIDANG BESI DI PADI UMKM? PASTIKAN ANDA TAHU JENIS BESI BERIKUT INI BAGIAN I

Dikutip dari agora design bali com, pengusaha besi online wajib untuk simak jenis besi berikut …

Leave a Reply

Your email address will not be published.