Kader Gerindra yang Minta Anies Baswedan Mundur dari Jabatan Gubernur DKI Jakarta PROFIL Ali Lubis

Ketua Dewan Pimpinan Cabang, DPC Partai Gerindra Ali Lubis baru saja menyita perhatian publik setelah pernyataannya yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatan. Hal tersebut lantaran menurutnya Anies Baswedan belum maksimal dalam menangani Covid 19 di Jakarta. Kebijakan kebijakan anies dalam menangani covid 19 tak menunjukkan hasil yang diharapkan.

Dikutip dari , Ali Lubis menyebut Anies Baswedan tak sanggup menangani dan melemparkannya ke Pemerintah Pusat. Pernyataan Ali ini tampak diunggah melalui cuitan twitter pribadinya. Banyak respon dari warganet, dan sebagian juga memberikan kritikan untuknya.

Lantas siapa sebenarnya sosok Ali Lubis? Kader Partai Gerindra ini telah dikenal sebagai seorang praktisi hukum. Dirinya tercatat dalam sebagai Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Rupanya jauh sebelum melontarkan kritikan soal penanganan covid 19 terhadap Anies Baswedan, pihaknya juga pernah mengkritik kebijakan Gubernur lainnya. Di mana pada Juli 2020, Ali pernah kontra dan mengkritik kebijakakan izin reklamasi Ancol. Dikutip dari , dirinya pun sempat hadir dalam diskusi yang membahas agenda Ring Pro Kontra Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol, Antara Kebijakan Anies dan Penolakan.

Sejumlah pembicara hadir, selain Ali Lubis juga ada Agus Chaerudin (INFRA), pemerhati sosial Adjie Rimbawan dan pemerhati kebijakan publik Amir Hamzah. Selain itu Ali Lubis pernah mendampingi dan menjadi pengacara beberapa tokoh tokoh, seperti Fadli Zon, Novel Bamukmin, hingga musisi Ahmad Dhani. Saat menjadi pengacara Fadli Zon, Ali menangani kasus ancaman pembunuhan terhadap Fadli Zon.

Dirinya pun melaporkan pemilik akun Twitter Nathan P Suwanto dengan Pasal 28 ayat (2) terkait penyebaran ujaran kebencian. Diketahui Nathan telah melontarkan permintaan maaf, namun dirinya tetap mendapat sanksi pidana. Sementara untuk kasus Ahmad Dhani, Ali Lubis menangani kasus terkait ujaran kebencian yang diduga dilakukan terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dikutip dari , saat itu pentolan grup band Dewa 19 ini pun sempat ditetapkan sebagai tersangka. Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian, pendiri BTP Network, atas tuduhan melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Pada 6 Maret 2017 Ahmad Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Ahok.

Ali Lubis juga pernah menjadi Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto Sandiaga Uno, dalam kontestasi Pilpres 2019 lalu. Ali Lubis, mmembantu BPN mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dikutip dari pihaknya saat itu juga menyampaikan tuntutan kubu pasangan Prabowo Sandi.

Kala itu Ali Lubis bekerja mencoba membuktikan ada tidaknya pelanggaran dalam pemilu 2019 tersebut.

About admin

Check Also

Ini Jawaban KPK Diminta Demokrat Versi KLB Usut Tuntas Kasus Hambalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan suatu penanganan perkara merupakan murni proses hukum yang didasarkan pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *